Posts

ciri-ciri aqidah ahlusunnah wal jama'ah

SERI MEMAHAMI AQIDAH ASWAJA ===================== ciri-ciri aqidah ahlusunnah wal jama'ah Ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya: Pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT: وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143). Kedua at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur...

Menata Hati (kesadaran diri)Menggapai Ridla Ilahi

Menata Hati (kesadaran diri)Menggapai Ridla Ilahi  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=294538737279603&set=o.199923580103505&type=3&theater Muqaddimah (lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (Qalbun Salim) . Makna datang kepada Tuhannya adalah mengikhlaskan hatinya kepada Allah dengan sepenuh-penuhnya (As-Shaffat/37:84) Rasulullah SAW bersabda; Istafti Qalbak (mintalah fatwa –berkonsultasilah—dengan hati nuranimu dalam seluruh persoalan kehidupan) Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada , Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak (jalal al-Din Rumi) Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tampak, semua yang bisa dilihat berawal dari sesuatu yang tidak basa dilihat (Erbe Sentanu) Hati Adalah Pusat Makna Tertinggi Hati nurani adalah pusat makna tertinggi kehidupan manusia atau “ the ultimate meaning ” yang paling berpengaruh dalam diri kita. Sedangkan otak ad...

TABARRUK atau TABARUKAN (ngalap berkah) dalam islam

TABARRUK atau TABARUKAN (ngalap berkah) dalam islam Dalam dunia pesantren di tanah air ini, kita sering menjumpai pemandangan di mana para santri saling berebut untuk bisa menghabiskan kopi atau teh dari cangkir sisa gurunya. Fenomena itu lebih dikenal sebagai ngalap berkah. Ngalap berkah adalah salah satu nilai yang diajarkan dalam agama Islam dan bukanlah hal baru, sebab generasi sahabat dan pa ra salaf telah meneladankan tradisi tersebut. Telah kita ketahui bersama dalam kitab-kitab sirah nabawiyah bagaimana para sahabat berebut untuk mendapatkan tetesan wudhu Baginda Nabi SAW. Beliau SAW tak sekalipun melarang perbuatan itu. Berkah itu sesungguhnya ada, dan bisa diraih lewat perantara orang-orang yang sangat dekat dengan Allah SWT. Secara harfiah, berkah bermakna bertambah atau berkembang. Sedangkan dalam terminologi bahasa berkah berarti bertambahnya kebaikan. Jadi ngalap berkah atau tabarruk adalah mengharap tambahan kebaikan dari Allah SWT dengan perantara ruan...

valentine

Valentine`s Day : “Haul”-nya Seorang Pendeta MUKADDIMAH Umat Islam di Indonesia, khususnya warga NU, selalu mengadakan Haul dalam rangka mengenang sejarah atau biografi seorang yang ditokohkan. Acara itu diisi dengan pembacaan kalimat tayyibah, tahmid, tahlil. bahkan tidak jarang juga diisi dengan pembacaan maulid serta ceramah agama dari pemuka-pemuka agama yang hadir di situ. Oleh sebab itu, mo mentum Haul selalu dinanti oleh umat Islam dengan tujuan, menapaktilasi dan meneladani rekam jejak perjuangan orang yang di-Haul-i. Akan tetapi, saat ini, peringatan Haul bukan hanya monopoli umat Islam semata. Dalam beberapa tahun belakangan, ada acara yang terlihat lebih semarak dan membahana suasananya yaitu peringatan Valentine`s Day (V-Day). V-day sering diidentikkan sebagai hari kasih sayang; hari menumpahkan segala perasaan kepada kekasih yang dicintai. Banyak cara dilakukan untuk menambah semarak acara V-Day, di antaranya, acara dansa-dansi, pemberian coklat, hadiah...

**~BELAJAR ILMU IKHLAS~**

**~BELAJAR ILMU IKHLAS~** Aku belum paham benar tentang arti sebuah keikhlasan. Biarkan setiap orang memaknainya masing-masing, dan biarkan aku memahaminya sendiri, sesuai persepsiku. Aku menyadari setiap yg qt miliki di dunia fana ini, hanyalah titipan. Termasuk anggota keluarga atau bahkan anggota tubuh ini pun merupakan titipan, yg tentu sewaktu-waktu bisa di ambil kapan saja oleh Sang Pemili k. Dan qt harus siap belajar tentang ilmu ikhlas itu.. dari sekarang. Kalaulah boleh aku mengutip perkataan Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah. Beliau berkata, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yg tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan.” Konon, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, ya tidak akan ada apa-apanya dihadapan Alloh, sedangkan amal yg sederhana saja akan menjadi luar bisaa dihadapan Alloh bila disertai dengan rasa ikhlas. Dari berbagai referensi, ku ketahui bagaimana ciri orang yg memiliki kei...

**~AQIDAH ASWAJA~**

**~AQIDAH ASWAJA~** ================ seri keimanan orang-orang NU Berikut ini adalah pernyataan para sahabat Rasulullah dan para ulama dari empat madzhab, serta ulama lainya dari kalangan Ahlussunnah dalam penjelasan kesucian Allah dari menyerupai makhluk-Nya dan penjelasan bahwa Allah ada tanpa tempat dan tanpa arah. Kutipan berikut ini hanya sebagian kecil saja, karena bila kita hendak mengutip seluruh perkataan mereka maka akan membutuhkan kepada ratusan lebar halaman. Namun setidaknya berikut ini sebagai bukti untuk memperkuat akidah kita, sekaligus sebagai bantahan terhadap keyakinan-keyakinan yang menyalahinya. 1. al-Khalifah ar-Rasyid, al-Al-Imam ‘Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) berkata: كَانَ اللهُ وَلاَ مَكَان وَهُوَ الآنَ عَلَى مَا عَليْه كَانَ “Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, dan Dia Allah sekarang -setelah menciptakan tempat- tetap sebagaimana pada sifat-Nya yang azali; ada tanpa tempat” (Diriwayatkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dala...

membeli suara dengan uang

membeli suara dengan uang ==================== Status Hukum Barang Pemberian CALEG https://www.facebook.com/photo.php?fbid=126095707527403&set=o.199923580103505&type=3&theater Diskripsi masalah Pada pemilu sistem pemilu secara langsung menyisakan sebuah problematika. Pemilihan DPR/DPRD/DPRD tingkat II mengharuskan seorang caleg berjuang mati-matian guna meraih simpati masyarakat. Dan yang terjadi, masing-masing caleg berusaha memberikan barang-barang demi mencapai tujuannya tersebut, ada kaos, uang dll Pertanyaan Bagaimana status pemberian caleg tersebut ? dan bagaimana pula hukum menerimanya ? Jawaban Dalam syariat, konsep riswah tidak menggambarkan hukum secara jelas ketika dilaksanakan oleh calon-calon birokrat/ pejabat kepada rakyat yang secara konstitusi mempunyai hak pilih (mirip dengan fungsi arbab al-wilayah). Hanya saja dalam pembahasan berikutnya, syariat mengulas secara tuntas prinsip-prinsip hadiah li arbab al-wilayah (pemberian bagi pe...