Posts

FALSAFAH ANGKA JAWA

Image
Falsafah angka jawa Bagi kamu yang lahir di Jawa, pasti sudah sangat fasih dalam mengucapkan setiap kata atau kalimat-kalimat dalam Bahasa Jawa, bahkan mungkin kamu selalu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Jawa memang unik, khususnya dalam hal penamaan angka-angka Jawa yang terdapat penyimpangan. Dalam bahasa Jawa, terdapat penyimpangan pola penamaan bilangan yang konon memiliki falsafah yang amat mendalam jika dikaitkan dengan penyebutan usia seseorang. Jika dicermati dengan seksama, penyimpangan ini memang berbeda dari lazimnya penyebutan angka-angka di kepulauan melayu atau nusantara. Penyimpangan tersebut terjadi mulai dari beberapa angka belasan hingga sampai angka 60. Ya, sampai angka 60 saja! Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa penyebutan tersebut memang erat kaitannya dengan usia manusia, mengingat usia 60 merupakan rata-rata panjang usia seseorang. Keunikan penamaan angka jawa Dalam bahasa Jawa, angka 11 tidak disebut seba...

PERNIKAHAN TANPA SEPENGETHUAN ORANG TUA

Oleh Kang MuSlimin pada 15 April 2013 pukul 23:19 Assalamu'alaikum kang Bagaimana hukumnya pernikahan yang hanya di saksikan oleh paman, sedangkan kedua orang tuanya tidak diberi tahu? Jawaban: Saudara penanya yang dirahmati Allah… sebelum menjawab pertanyaan saudara, terlebih dahulu ada dua pesan yang ingin saya sampaikan. Pertama: Pesan untuk calon pengantin Saudaraku… Pernikahan adalah suatu yang sangat indah. Dalam pernikahan, kita bertujuan dapat membangun sebuah keluarga yang sakinah, penuh kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian. Pernikahan juga suatu ibadah yang agung, yang besar pahalanya, karena pernikahan adalah sunnah Rasulallah SAW dan merupakan separuh dari kesempurnaan agama seseorang. Oleh karena itu seharusnya sebuah pernikahan dilaksanakan dengan cara yang baik dan indah pula. Dalam pernikahan, kita tidak hanya ingin merasakan kebagian bersama calon istri atau calon suami yang kita cintai, akan tetapi kebahagiaan itu milik keluarga. K...

makna silaturrahim

Image
andaikan waktu dan keadaan memungkinkanku ingin rasanya hati ini bertandang keistanamu saudaraku. keadaan yg memang memaksaku untuk selalu menjamu para tamu yg bersilaturrahim, satu sisi inginn pergi bersilaturrahim, di sisi lain bila aku pergi ke tempatmu aku mengecewakan orang banyak yg bersilaturrahim ke gubugku. مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُف ِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا”. “Tidaklah ada dua orang muslim yang bertemu lalu saling bersalaman, melainkan dosa keduanya akan diampuni sebelum mereka berdua berpisah”. HR. Abu Dawud Silaturrahmi tersusun dari dua kosa kata Arab; shilah yang berarti menyambung dan rahim yang berarti rahim wanita, dan dipakai bahasa kiasan untuk makna hubungan saudara. Jadi silaturrahim bermakna: menyambung hubungan dengan saudara, bahasa ini di gunakan karna silaturrahim maknanya lebih luas dari sekedar keluarga tapi juga saudara se iman se agama Silaturrahim bukanlah murni adat istiadat, namun...

SERI PENGGENAHAN kata minal aidin wal faizin berikut sekelumit halal bi halal

Image
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin . . .  Aamiiin Aamiin yaa robbal 'alamin. di masa yang insyaAllah fitri di gembleng kita di bulan yang suci semoga kita semua benar benar Allah jadikan manusia manusia yang beruntung Aamiiin. kanti roas bingahipun manah lan nambahi keberkahanipun ujian romadhon soho kinabulan janji fitroh (hubungan vertikal) mugio soyo genah, sepodo podo kalian makluk kulo lan sedoyo keluargo Pasuran Putu Santri Nurul Hasan ngaturaken sugeng riyadin, nuhun ikhlasipun penggalih nedi ridlo dateng sedoyo khilaf klwaaan njarak Afwan dzohir wal bathin... munduk munduk nyuop asto sederek sedoyo... nuwun ridlo panjenengan sedoyo... ========== seri penggenahan mugio tulisane genah ogak blarah insyaAllah A. penggenahan ucapan lebaran sering kita dengar bahkan pernah kita ucapkan atau kita terima, kita  baca  melalui SMS atau inbox  iklan-iklan di media cetak dan media elektronik saat idul fitri. Frasa ‘Minal  ‘Ai...

BENTENGI ANAK KITA DENGAN AQIDAH YANG BENAR

سم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي حبَّب العبادة إلى المتقين، وحبَّب قلوبهم للانشغال بطاعة رب العالمين وجنبهم من البدعة والضلالة, والصلاة والسلام على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وأصحابه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين Muqoddimah Sesuatu yang paling berharga yang diberikan oleh Allah kepada seorang hamba adalah aqidah yang benar. Maka ilmu yang membahas tentang aqidah yang benar adalah ilmu yang amat penting dibandingkan ilmu-ilmu yang lainya. Dan diskusi-diskusi yang diadakan jika hal itu untuk membela dan menjaga aqidah yang benar maka itu adalah sebaik-baik diskusi. Saat ini kami sungguh sangat berbahagia jika pada kesempatan ini kami para alim ulama untuk bersama-sama mendiskusikan aqidah dan bagaimana upaya kita untuk menjaga aqidah umat. Kami yakini bahwa kita semua akan senantiasa dalam lindungan dan pertolongan Allah sesuai janji Allah وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ “Dan mereka yan...

NYEKAR DI BULAN SYA'BAN (jelang romadhon)

Image
Bulan sya’ban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan sya’ban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan. Dinamakan bulan ruwah karena bulan ini adalah bulan di mana para arwah leluhur yang telah mendahului kita menengok keluarga yang ditinggalkan di dunia. Dan keluarga yang masih hidup berbondong-bondong mendoakan arwah para leluhur menjelang bulan ramadhan. Baik melalui do’a, sedekah, tahlil dan tahmid maupun langsung berziarah ke kubur. Bulan sya’ban menjadi bulan special, artinya ada beberapa tradisi yang berlaku di bulan ini yang tidak dilaksanakan pada bulan-bulan lain. Diantara tradisi itu adalah menengok makam atau meziarahi kubur orang tua, kakek-nenek, saudara, sanak family, suami atau istri, anak atau bapak yang telah mendahului. Ada banyak macam nama untuk tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan atau di akhir bulan Sya’ban. Sebagian mengatakan dengan istilah arwahan, nyekar (sekitar J...

MATA RANTAI AHLI SUNNAH WAL JAMA'AH (ASWAJA)

Image
Sistem pemahaman Aqidah Islamiyyah menurut Ahlussunnah wal Jamaah sebenarnya hanyalah merupakan kelangsungan disain yang dilakukan sejak zaman Rasulullah saw dan Khulafa’ur-rosyidin. Tetapi system pemahan ini baru menonjol setelah abad ke-2 H, yaitu setelah lahirnya madzhab Mu’tazilah. Dalam konteks sejarah para imam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam bidang aqidah atau Ilmu Kalam telah ada sejak zaman sahabat Nabi Muhammad saw. Imam Ahlussunnah wal Jamaah pada saat itu adalah Ali bin Abi Tholib, yang berjasa membendung pendapat golongan Khowarij tentang al-Wa’du wal Wa’id (janji dan ancaman) dan membendung pendapat golongan Qodariyah tentang masyi’ah dan Istitho’ah (kehendak tuhan dan daya manusia), serta kebebasan berkehendak dan kebebasan berbuat. Selain Sayyidina Ali, masih ada Abdullah bin Amr yang menolak pendapat Ma’bad al-Juhani tentang kebebasan berkehendak bagi manusia. Di era tabi’in, muncul beberapa imam yang mngemban misi Ahlussunnah wal Jamaah, d...